Mengupas Musikalitas Sid Vicious, Bassist Band yang Jadi Ikon Musik Punk Sedunia tapi Tak Bisa Main Bass hingga Meninggal di Usia 21

Liputan6.com, Jakarta Salah satu genre musik modern yang memiliki pengaruh besar bagi sejumlah musisi hari ini adalah punk. Meskipun sekilas terdengar seperti genre musik rock, punk lebih banyak menggunakan distorsi kotor pada gitar, ketukan drum lebih cepat, serta lirik yang blak-blakan (meskipun akhirnya ada genre musik yang dikategorikan sebagai punk rock). Salah satu musisi punk yang terbilang ikonis adalah Sid Vicious, bassist Sex Pistols.

Grup musik Sex Pistols yang didirikan di London, Inggris, pada 1975 lalu, bahkan sempat menjadi inspirasi para penerusnya untuk menggalakkan musik punk. Padahal, band yang terdiri dari Steve Jones (gitar), Paul Cook (drum), Sid Vicious (bass), dan Johnny Rotten (vokal) ini, hanya bertahan sekitar dua setengah tahun, tepatnya sejak berdiri hingga 1978, tahun sebelum Sid Vicious meninggal dunia karena overdosis narkoba di usia muda, 21 tahun, pada 2 Februari 1979.

Setelah bubar, Sex Pistols sempat reuni beberapa kali, yakni pada tahun 1996, pada awal dan pertengahan 2000-an, serta pada tahun 2024. Namun, sosok Sid Vicious masih meninggalkan kesan mendalam di hati para penggemar dan musisi punk penerusnya, meskipun Sex Pistols baru merilis satu album penuh berjudul Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols pada 1977.

Bahkan, Billie Joe Armstrong, vokalis band punk rock ternama, Green Day, menyampaikan kekagumannya terhadap Sid Vicious, “(Dia) adalah semua hal yang keren tentang punk rock: seorang rocker kurus yang memiliki banyak sikap, semacam Elvis, James Dean,” ungkap Billie Joe Armstrong dalam artikel “The Immortals – The Greatest Artists of All Time: 58) The Sex Pistols” oleh Rolling Stones pada 2009 silam.

Mengejutkannya, di luar banyaknya penggemar serta pewaris semangatnya di genre musik punk, Sid Vicious rupanya diterpa isu miring terkait musikalitasnya. Sid kedapatan tak jago dalam bermain bass. Bahkan, tiap kali Sex Pistols manggung, ia kedapatan bermain bass asal-asalan dan perannya ditutupi oleh personel lain. Sayangnya, hidup yang singkat hanya sampai 21 tahun, tak memberinya kesempatan untuk bisa mengeksplorasi sisi musikalitasnya lebih jauh.