Synchronize Festival 2024 Tak Larang Pajang Peringatan Darurat, Jadi Kebebasan Bersuara di Tengah Perayaan Musik

Liputan6.com, Jakarta Saat ini, simbol Garuda Pancasila dengan latar biru bertuliskan Peringatan Darurat menghiasi setiap panggung musisi. Ini menjadi simbol perlawanan mereka dalam mengawal putusan Mahkamah Konstitusi terkait Undang-Undang Pilkada. Banyak musisi yang mempertahankan simbol ini sebagai bentuk solidaritas dan protes terhadap kebijakan tersebut.

Namun di tengah maraknya penggunaan Peringatan Darurat ini, tiba-tiba mencuat isu larangan bagi musisi untuk memajang simbol tersebut di panggung mereka. Kabar ini dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di kalangan musisi serta para penggemar.

Menanggapi situasi ini, pihak Synchronize Festival sebagai festival musik yang menjadi wadah para musisi untuk mengekspresikan kreativitas mereka tanpa batasan, jelas menjadikan isu larangan Peringatan Darurat ini sebagai perhatian utama mereka. Tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi menjadi platform yang mendukung kebebasan ekspresi terkait isu sosial-politik yang ada.

“Tidak boleh pasang spanduk acara lain, sponsor yang berlawanan itu enggak boleh ya, karena mereka enggak kerjasama dengan acara ini (Synchronize Festival),” ucap Arie Dagienkz sang Director of Director Synchronize Fest di Jakarta, Selasa (27/8/2024).